Potensi Bisnis Salon Kecantikan di Indonesia Tahun 2026

29 April 2026 | Produk & Fitur
Potensi Bisnis Salon Kecantikan di Indonesia Tahun 2026

Salon kecantikan menjadi salah satu bisnis yang terlihat “aman” karena selalu punya pelanggan. Hal ini karena banyak orang sudah menganggap self care atau perawatan diri sebagai rutinitas yang tak bisa ditinggalkan.

Peluang bisnisnya pun terlihat terus terbuka dari waktu ke waktu. Nah, untuk melihat seberapa besar potensi bisnis salon kecantikan di tahun 2026, simak informasi lengkapnya melalui artikel berikut ini.

Apakah bisnis salon kecantikan masih menjanjikan di Indonesia?

Melansir dari Kompas, nilai pasar industri kecantikan di Indonesia diperkirakan mencapai Rp146 triliun pada tahun 2024. Industri ini didukung oleh sekitar 100.400 salon, 5.000 barbershop, serta 3,97 juta unit ritel yang mendistribusikan produk kecantikan dan perawatan pribadi.

Besarnya angka tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar kecantikan paling potensial di dunia, sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri di masa depan

Sehingga, bisa dikatakan bahwa bisnis salon kecantikan masih punya peluang besar di Indonesia. Dapat terlihat kini perawatan diri sekarang sudah jadi bagian dari gaya hidup modern terutama di kalangan perempuan.

Banyak perempuan datang ke salon untuk potong rambut, creambath, manicure, atau sekadar ingin mempercantik diri.

Penampilan yang cantik tentunya membuat orang merasa percaya diri saat bekerja, bertemu orang lain, atau menjalani aktivitas sehari-hari. Dari sinilah, usaha salon kecantikan mempunyai pola pelanggan yang cukup stabil karena kunjungan berulang.

Di sisi lain, cara orang memilih salon juga berubah dan pelanggan saat ini cukup picky. Sebelum datang, banyak pelanggan yang akan cek dulu Instagram atau TikTok salonnya yang hendak dikunjungi. Mereka melihat hasil beforeafter, membaca review, lalu membandingkan beberapa salon lainnya sekaligus. 

Jadi, mereka memang ingin tahu hasilnya seperti apa, tempatnya nyaman atau tidak, dan kualitas layanannya.

Nah, ini juga yang membuat persaingan di bisnis salon kecantikan semakin ketat. Agar bisa tetap bersaing, pelaku usaha wajib bisa mengikuti cara berpikir pelanggan yang sekarang lebih teliti dan lebih tahu apa yang mereka cari.

Baca juga: Produk Digital, Tren Penjualan Barang di Era Modern

Modal membangun bisnis salon kecantikan

Setelah melihat peluang bisnis salon kecantikan yang menjanjikan hal berikutnya yang perlu dipelajari adalah soal modal. Modal ini penting karena banyak usaha terlihat menarik saat direncanakan, tapi mulai terasa berat ketika masuk tahap eksekusi.

Karena itu, modal usaha salon kecantikan sebaiknya dipersiapkan dengan matang, dimulai dari kebutuhan yang paling dasar sampai biaya yang akan terus berjalan setelah usaha dibuka.
Berikut empat modal yang perlu disiapkan saat ingin memulai usaha salon kecantikan.

1. Biaya tempat usaha dan penataan ruang

Langkah pertama adalah menentukan di mana salon akan dibangun, karena keputusan ini akan memengaruhi banyak biaya lain setelahnya. Jika memulai dari rumah, modal bisa jauh lebih minim karena tidak ada biaya sewa bulanan atau tahunan.

Pilihan ini cukup realistis untuk salon skala kecil, terutama jika layanan yang ditawarkan masih terbatas seperti hair treatment, nail, atau eyelash

Sementara itu, untuk bisnis yang memilih ruko atau kios, biaya sewanya perlu disiapkan sejak awal bersama biaya penataan ruang.

Ruangannya juga harus tertata rapi dan bersih, karena first impression pelanggan tercipta dalam beberapa menit pertama saat datang.

Estimasi biaya:

Sewa tempat kecil atau kios: Rp10 juta – Rp50 juta per tahun
Renovasi ringan dan dekorasi: Rp5 juta – Rp20 juta
Interior dasar seperti lampu, rak, meja kecil, tirai, dan kursi tunggu: Rp2 juta – Rp8 juta

2. Biaya alat salon sesuai layanan utama

Setelah tempat dipilih, langkah berikutnya adalah menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan di salon. Pada tahap awal, sebaiknya jangan membeli alat sekaligus untuk semua jenis treatment.

Karena itu justru bisa membuat modal cepat habis tanpa pemasukan yang tetap. Cara yang lebih aman adalah menyesuaikan alat dengan layanan utama yang ingin dijual lebih dulu.

Misalnya, jika bisnis berfokus pada perawatan rambut, maka alat styling dan perlengkapan hair treatment jadi prioritas. Berbeda jika fokusnya nail atau lash, alat untuk dua treatment ini yang  perlu didahulukan.

Pendekatan ini membuat pengeluaran lebih hemat dan membantu pemilik usaha melihat alat mana yang benar-benar dipakai setiap hari.

Estimasi biaya:

Kursi salon dan cermin: Rp2 juta – Rp10 juta
Hair dryer, catokan, alat styling: Rp1 juta – Rp5 juta
Alat manicurepedicure: Rp500 ribu – Rp2 juta
Alat lash atau brow: Rp500 ribu – Rp2 juta
Perlengkapan kecil seperti handuk, sisir, cape, mangkuk treatment: Rp500 ribu – Rp2 juta

3. Biaya produk perawatan dan bahan habis pakai

Salon perlu menyiapkan berbagai produk yang akan dipakai setiap hari, mulai dari shampoo, conditioner, hair mask, sampai bahan-bahan kecil seperti kapas dan tisu. Bagian ini penting dipahami sejak awal karena sifatnya bukan biaya satu kali, melainkan biaya berulang yang akan terus keluar selama usaha berjalan.

Artinya, pemilik salon perlu mulai membiasakan diri menghitung stok dan pemakaian produk dengan lebih teliti. 

Produk yang terlalu sedikit bisa mengurangi kualitas pelayanan, sementara stok yang terlalu banyak bisa membuat modal tak jelas. Jadi, pilihan paling aman adalah membeli produk sesuai kebutuhan treatment sesuai fokus bisnis Anda,  lalu menambah variasi ketika jumlah pelanggan sudah mulai stabil.

Estimasi biaya:

Shampoo, conditioner, hair mask: Rp1 juta – Rp3 juta
Produk coloring atau treatment: Rp1 juta – Rp5 juta
Produk lash, brow, atau nail: Rp500 ribu – Rp3 juta
Bahan habis pakai seperti kapas, tisu, sarung tangan, masker: Rp300 ribu – Rp1 juta

4. Biaya operasional awal dan tenaga kerja

Biaya operasional mencakup pengeluaran yang akan terus berjalan setiap bulan, seperti gaji pegawai, listrik, air, internet, kebersihan, sampai promosi. 

Untuk pemilik usaha yang baru mulai dan modalnya masih terbatas, mengerjakan layanan sendiri di awal sering menjadi langkah yang lebih aman agar biaya gaji tidak terlalu besar. Setelah pelanggan mulai stabil, barulah tenaga tambahan bisa dipertimbangkan.

Estimasi biaya:

Gaji 1–2 pegawai: Rp2 juta – Rp6 juta per bulan
Listrik, air, internet: Rp500 ribu – Rp2 juta per bulan
Kebersihan dan operasional lain: Rp300 ribu – Rp1 juta per bulan
Promosi awal: Rp500 ribu – Rp3 juta

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Populer di Indonesia dan Peluang Bisnisnya

Tips memulai bisnis salon kecantikan minim modal

Langkah berikutnya adalah menentukan cara memulai bisnis ini dengan realistis supaya usaha bisa berjalan tanpa tekanan biaya yang terlalu besar di awal. Ikuti tips berikut agar usaha salon kecantikan bisa cuan sedari awal.

1. Mulai dari satu layanan yang paling dibutuhkan

Daripada langsung membuka banyak layanan sekaligus, lebih aman memilih satu yang paling cocok dengan target pasar di sekitar lokasi salon. Misalnya di area perumahan atau dekat kampus, layanan seperti eyelash, nail art, atau hair treatment biasanya lebih mudah menarik pelanggan karena kebutuhannya rutin. 

2. Gunakan ruang rumah yang ditata khusus

Untuk menekan biaya, memanfaatkan rumah sebagai tempat usaha bisa jadi langkah awal yang cukup efektif. Ruangan tidak perlu besar, yang penting terasa bersih, terang, dan nyaman saat digunakan. Satu kamar bisa diubah menjadi ruang treatment dengan cermin besar, pencahayaan yang cukup, dan alat yang tersusun rapi. 

3. Gunakan media sosial 

Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan hasil treatment atau testimoni pelanggan. Konten seperti foto before-after, video proses treatment, atau video KOL biasanya lebih mudah menarik perhatian karena calon pelanggan bisa melihat hasilnya secara nyata. 

4. Biasakan membuat pencatatan keuangan sedari awal

Kebiasaan mencatat pemasukan, pengeluaran, dan penggunaan produk sangat penting untuk melihat kondisi bisnis dengan jelas. Misalnya, penggunaan produk yang terasa biasa saja ternyata cukup besar saat dihitung, sehingga mengurangi margin tanpa disadari.

Demikian pembahasan mengenai potensi bisnis salon kecantikan di Indonesia tahun 2026. Mulai dari memahami perubahan perilaku pelanggan, menghitung kebutuhan modal secara realistis, hingga memulai usaha secara bertahap. Semuanya menjadi faktor penting agar bisnis bisa bertahan dan berkembang.

Gunakan Paylabs untuk dukung bisnis salon kecantikan Anda!

Paylabs menawarkan fitur Payment Link guna memudahkan pelanggan salon melakukan pembayaran melalui beragam metode yang tersedia, seperti QRIS, Virtual Account, Paylater, dan kartu kredit.

Berbagai layanan Paylabs juga telah didukung oleh sistem API Integrasi bagi Anda yang memiliki platform pemesanan mandiri atau aplikasi khusus.

Seluruh transaksi tersebut dikelola melalui satu dashboard real-time untuk memudahkan pemantauan seluruh arus kas bisnis dengan praktis!

Bagikan
Link sudah dicopy