Tips Memaksimalkan Potensi di Industri Travel Fair
Industri travel fair menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem pariwisata. Industri ini berfokus pada penyelenggaraan event yang mempertemukan berbagai pelaku usaha, seperti agen travel, maskapai, hingga penyedia akomodasi dalam satu tempat.
Travel fair juga dikenal sebagai momen di mana pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan perjalanan dengan promo khusus yang tidak selalu tersedia di luar acara.
Tentunya bagi pelaku bisnis, event ini menjadi peluang besar untuk meningkatan penjualan sekaligus menjangkau pelanggan-pelanggan baru.
Penting diingat, biaya partisipasi untuk ikut travel fair tidak kecil, jadi pelaku bisnis perlu memastikan setiap peluang yang ada bisa dimanfaatkan dengan maksimal.
Hal tersebut dilakukan agar hasil yang didapatkan sebanding dengan investasi yang dikeluarkan.
Untuk memahami cara memaksimalkan potensi bisnis Anda di industri travel fair, simak lima tipsnya melalui artikel berikut.
1. Tentukan target dan KPI yang jelas
Untuk melihat keberhasilan partisipasi pada industri travel fair, ada beberapa hal utama yang bisa dijadikan acuannya. Pertama adalah penjualan, yaitu berapa total transaksi yang ingin dicapai selama event.
Misalnya, Anda dapat menargetkan Rp50 juta hingga Rp100 juta per hari, tergantung skala bisnis. Kedua adalah jumlah leads atau calon pelanggan yang berhasil dikumpulkan.
Target ini bisa berupa 100 hingga 200 kontak pengunjung yang menunjukkan minat pada produk yang ditawarkan.
Selain itu, ada juga conversion rate yang menggambarkan persentase pengunjung yang akhirnya melakukan pembelian. Sebagai gambaran, jika dari 10 orang yang datang ke booth, ada 2 orang yang langsung membeli paket travel di tempat, maka conversion rate berada di angka 20 persen.
Angka ini membantu Anda melihat apakah tim di booth sudah bekerja efektif atau belum. Misalnya, jika banyak pengunjung datang dan bertanya, namun hanya sedikit yang membeli, berarti ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.
Mulai dari cara tim menjelaskan paket, cara menawarkan promo, atau proses pembayaran yang terlalu lama.
Baca juga: Maksimalkan Keuntungan Bisnis Pariwisata dengan Payment Gateway
2. Lakukan Riset dan Persiapan Sebelum Event
Keberhasilan di travel fair tidak hanya ditentukan oleh apa yang Anda lakukan di hari H, tetapi juga seberapa matang persiapan yang dilakukan sebelumnya.
Pelajari profil pengunjung dari tahun-tahun sebelumnya, apakah mereka lebih banyak keluarga, pasangan muda, atau solo traveler agar Anda bisa menyiapkan produk dan pendekatan yang paling relevan.
Selain itu, pantau juga kompetitor yang ikut berpartisipasi. Ketahui produk apa yang mereka tawarkan dan bagaimana strategi promo mereka, sehingga Anda bisa memposisikan penawaran Anda secara lebih strategis dan berbeda.
3. Pilih produk yang potensial
Dalam situasi event yang ramai dan serba cepat, pengunjung cenderung langsung melihat harga lalu mempertimbangkan pilihan tanpa banyak perhitungan.
Karena itu, penting bagi pelaku bisnis untuk memilih produk yang berpotensi besar untuk langsung dibeli di tempat.
Gunakan pendekatan bundling seperti paket flight dan hotel dengan harga all–in. Fokus pada destinasi populer seperti Jepang, Korea, atau Bali yang sudah memiliki demand tinggi.
Produk seperti ini termasuk kategori fast moving dan lebih mudah menarik perhatian dalam waktu singkat.
4. Ciptakan strategi promo yang FOMO
Pengunjung biasanya tidak ingin berpikir terlalu lama saat melihat promo. Jika mereka merasa promo tersebut limited, mereka cenderung langsung mengambil keputusan di tempat.
Untuk itu, Anda perlu membuat promo yang membuat mereka fear of missing out(FOMO). Misalnya dengan flash deal di jam tertentu, kuota terbatas seperti hanya 20 seat per paket, atau tambahan diskon khusus yang hanya berlaku di hari itu.
Baca juga: 5 Gaya Hidup Masyarakan Modern yang Harus Pebisnis Pahami
5. Buat tampilan booth unik & perkuat interaksi dengan pengunjung
Pengunjung biasanya langsung melihat harga, jadi tampilkan harga dengan ukuran besar dan mudah dibaca dari jarak beberapa meter.
Tujuannya supaya orang yang lewat langsung paham terkait promo yang ditawarkan, seperti “oh ini jual paket ke Bali sekian juta”.
Setelah pengunjung mendekat, jangan menunggu ditanya oleh mereka. Idealnya, dalam 3-5 detik pertama, tim sudah menyapa.
Sapaan sederhana, seperti “Lagi cari paket ke mana, Kak?” sudah cukup untuk membuka obrolan bersama pengunjung.
Selain itu, cara menjelaskan juga perlu dibuat sesederhana mungkin. Jangan terlalu panjang atau terlalu teknis. Cukup jelaskan poin penting seperti destinasi, harga, dan apa saja yang didapatkan dalam paketnya.
6. Manfaatkan media sosial secara real-time
Travel fair adalah momen yang sangat visual dan dinamis, manfaatkan ini untuk konten media sosial secara langsung.
Lakukan live streaming di booth Anda, posting stories dengan countdown promo, atau bagikan testimoni pembeli di tempat.
Aktivitas ini tidak hanya memperluas jangkauan Anda kepada audiens yang tidak hadir secara fisik, tetapi juga menciptakan urgensi tambahan bagi pengunjung yang sedang mempertimbangkan untuk datang ke booth Anda.
7. Bangun database dan tindak lanjuti setelah event
Tidak semua pengunjung akan langsung membeli di tempat, dan itu bukan berarti mereka bukan calon pelanggan yang potensial. Pastikan tim Anda aktif mengumpulkan kontak, baik nomor WhatsApp maupun email dari setiap pengunjung yang menunjukkan ketertarikan.
Setelah event selesai, lakukan follow-up dalam waktu 1-3 hari. Kirimkan penawaran eksklusif post-event atau sekadar pengingat tentang paket yang mereka minati.
Langkah sederhana ini sering kali menjadi penentu apakah seorang leads akhirnya berkonversi menjadi pelanggan nyata.
8. Sediakan metode pembayaran yang mudah dan cepat
Proses pembayaran sering menjadi penentu akhir dalam keputusan pembelian. Jika metode pembayaran terbatas atau prosesnya memakan waktu lama, pengunjung bisa mengurungkan niat untuk membeli.
Jadi, pastikan Anda menyediakan berbagai metode pembayaran, seperti QRIS, e-wallet, kartu kredit, dan virtual account. Untuk paket dengan harga lebih tinggi, opsi cicilan juga bisa membantu pengunjung untuk menyelesaikan transaksi pembelian.
Dengan dukungan solusi seperti Paylabs, pelaku bisnis dapat mengelola berbagai metode pembayaran dengan praktis sehingga pelanggan nyaman saat bertransaksi.
Demikian berbagai tips untuk memaksimalkan potensi di industri travel fair. Penerapan strategi yang tepat, pelaku bisnis dapat meningkatkan peluang penjualan dan menjangkau lebih banyak pelanggan secara efektif. Hal ini membuat partisipasi dalam travel fair menjadi lebih terarah dan memberikan hasil yang maksimal.