8 Kiat Merintis Usaha Guest House yang Laris Manis
Tren traveling yang ramai di media sosial saat ini membuat banyak orang mencari penginapan yang lebih personal dan nyaman. Itulah sebabnya, guest house kini punya daya tarik tersendiri karena menawarkan suasana yang lebih homey bagi wisatawan.
Bagi Anda yang ingin mulai berbisnis, peluang ini sangat menjanjikan karena bisa dimulai dari skala yang lebih realistis dengan memanfaatkan properti yang sudah ada.
Meski persaingan mulai ketat, potensi cuannya tetap besar asalkan Anda punya konsep yang unik dan pelayanan yang konsisten.
Agar punya gambaran lebih jelas, simak penjelasan lengkap mengenai apa itu guest house dan langkah praktis memulainya melalui artikel berikut.
Apa itu guest house?
Guest house adalah jenis penginapan yang biasanya memiliki jumlah kamar lebih sedikit dibandingkan hotel. Umumnya sekitar 3 sampai 15 kamar dalam satu bangunan atau rumah.
Karena jumlah kamarnya terbatas, suasananya jadi lebih tenang dan tidak terlalu ramai, sehingga cocok untuk tamu yang mencari tempat menginap yang lebih tenang dan personal.
Dalam banyak kasus, pemilik guest house juga terlibat langsung dalam pengelolaan sehari-hari. Hal ini membuat interaksi dengan tamu terasa lebih dekat dan tidak terlalu formal.
Baca juga: Cara Buat Visa untuk Bisnis dan Perjalanan Dinas
Karena konsep tersebut, guest house banyak diminati di kawasan wisata, dekat kampus, maupun di pusat kota.
7 cara memulai usaha guest house
Setelah memahami arti guest house, ini saatnya mulai merancang dan menjalankan bisnis guest house dengan lebih terarah. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda ikuti, di antaranya:
1. Pahami dulu pasar yang ingin dituju
Langkah pertama dalam memulai bisnis guest house adalah memahami siapa target tamu yang ingin Anda sasar. Hal ini sangat penting karena setiap segmen punya kebiasaan dan kebutuhan yang berbeda saat memilih tempat menginap.
Segmen tamu yang umum ditemui dalam bisnis guest house antara lain
- Backpacker: biasanya lebih sensitif terhadap harga dan memilih lokasi yang dekat dengan transportasi umum atau tempat wisata.
- Keluarga: cenderung mencari kamar yang lebih luas, lingkungan yang aman, serta fasilitas yang lengkap untuk kenyamanan selama menginap.
- Pekerja atau tamu bisnis: membutuhkan internet yang stabil, proses check-in yang cepat, serta lokasi yang dekat dengan pusat kota atau area perkantoran.
- Digital nomad: biasanya mencari suasana yang tenang, koneksi WiFi yang kuat, serta area yang nyaman untuk bekerja dalam waktu lama.
- Pasangan atau staycation guest: lebih memperhatikan suasana kamar, desain interior, serta privasi untuk pengalaman menginap yang lebih nyaman.
Dengan mengetahui target tamu Anda, arah bisnis guest house akan terasa lebih jelas karena Anda bisa menentukan fasilitas apa saja yang perlu diprioritaskan sejak awal.
Baca juga: Potensi Wisatawan Domestik & Mancanegara untuk Pariwisata Indonesia
2. Pilih lokasi yang potensial
Lokasi sangat memengaruhi tingkat kunjungan, harga sewa, hingga kemudahan tamu menemukan properti. Karena itu, pemilihannya perlu dipertimbangkan dengan matang dan tidak dilakukan secara terburu-buru.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi, seperti:
- Kedekatan dengan titik ramai, seperti area wisata, pusat kota, atau fasilitas publik.
- Akses jalan yang mudah dijangkau baik kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
- Ketersediaan area parkir yang cukup dan aman untuk tamu.
- Kondisi lingkungan sekitar yang nyaman, bersih, dan tidak bising.
- Tingkat keamanan area untuk memberikan rasa aman selama tamu menginap.
- Lokasi yang tepat akan membantu bisnis guest house lebih mudah ditemukan serta meningkatkan peluang tamu untuk kembali menginap di kemudian hari.
3. Tentukan konsep yang jelas sejak awal
Gaya yang dipilih akan memengaruhi banyak aspek, mulai dari desain ruang, fasilitas yang disediakan, hingga cara Anda berkomunikasi dengan tamu. Pendekatan gaya yang bisa dipertimbangkan yakni:
- Minimalis modern: fokus pada kesederhanaan yang rapi, penggunaan warna netral, seperti putih atau abu-abu, serta furnitur yang fungsional. Gaya ini cocok untuk tamu yang mencari kenyamanan tanpa distraksi.
- Tropis atau natural: memanfaatkan elemen kayu, tanaman hijau, dan pencahayaan alami. Suasana terasa lebih santai dan sering dipilih di area wisata atau daerah dengan iklim hangat.
- Homey atau rumahan: menonjolkan kenyamanan, seperti di rumah sendiri, dengan dekorasi sederhana, ruang yang hangat, dan suasana yang tidak kaku.
- Industrial: menggunakan material, seperti beton ekspos, besi, dan warna gelap yang memberikan kesan modern dan sedikit edgy.
- Estetik atau Instagramable: mengutamakan tampilan visual yang menarik untuk foto, dengan sudut-sudut ruangan yang dirancang khusus agar terlihat menarik di kamera.
Anda perlu menerapkan gaya ini secara konsisten dalam detail kecil, seperti pemilihan sprei, pencahayaan kamar, aroma ruangan, hingga cara staf menyambut tamu.
Inilah yang membuat bisnis guest house lebih matang dan punya positioning yang jelas di market.
4. Siapkan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan tamu
Pengalaman saat menginap justru menjadi penentu apakah mereka akan kembali atau tidak. Karena itu, fokuslah pada fasilitas yang benar-benar dibutuhkan. Beberapa fasilitas yang perlu disiapkan dalam bisnis guest house antara lain:
- Kasur yang nyaman untuk memastikan tamu bisa beristirahat dengan baik.
- Kamar mandi bersih.
- AC atau ventilasi yang baik.
- WiFi yang stabil untuk mendukung kebutuhan internet tamu.
- Air panas/ water heater.
- Area parkir agar tamu lebih praktis saat membawa kendaraan.
- Pencahayaan yang cukup supaya ruangan terasa aman dan tidak gelap.
- Colokan listrik yang mudah dijangkau.
- Handuk dan perlengkapan bersih yang siap digunakan setiap saat.
- Proses check–in yang simpel agar tamu tidak merasa ribet saat datang.
5. Susun perhitungan biaya dan harga dengan realistis
Kelancaran operasional bisnis sangat bergantung pada bagaimana Anda mengatur biaya dan menentukan harga kamar dengan tepat. Adapun komponen biaya yang perlu diperhitungkan antara lain:
Baca juga: Tips Memulai Usaha Tour and Travel bagi Pemula
- Biaya renovasi atau penataan ruang agar properti siap digunakan.
- Pembelian perlengkapan, seperti kasur, furnitur, dan kebutuhan kamar.
- Biaya listrik dan air yang digunakan setiap hari.
- Gaji staf jika Anda mempekerjakan karyawan.
- Kebutuhan laundry untuk menjaga kebersihan linen dan handuk.
- Biaya kebersihan termasuk alat dan bahan pembersih.
- Perawatan properti agar kondisi bangunan tetap terjaga.
- Anggaran promosi untuk menarik tamu baru.
Setelah semua biaya dihitung, Anda bisa mulai menentukan harga kamar. Pastikan harga tetap masuk akal bagi tamu dan sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan. Lakukan perbandingan harga juga dengan penginapan lain di sekitar agar guest house Anda bisa bersaing.
6. Susun SOP yang jelas
Setelah biaya dan harga ditentukan, langkah berikutnya adalah mengelola bisnis guest house dengan memastikan SOP berjalan dengan rapi.
Dalam bisnis guest house, aktivitas harian, seperti menerima booking, mengatur jadwal check-in, menyiapkan kamar, dan mencatat pembayaran harus dikelola dengan jelas.
Alur kerja yang teratur serta penggunaan sistem digital akan membantu operasional lebih efisien dan membuat pengalaman tamu terasa lebih praktis dari awal datang hingga selesai menginap.
7. Maksimalkan promosi
Promosi bisa dilakukan secara konsisten melalui platform pemesanan online, Google Business Profile, dan media sosial.
Jangan lupa untuk mengutamakan experience tamu karena ulasan sangat berpengaruh, tamu yang puas cenderung memberikan review positif, merekomendasikan ke orang lain, dan kembali menginap di kemudian hari.
8. Kerjasama dengan Bisnis Travel
Salah satu strategi yang dapat Anda terapkan adalah menjalin kerjasama dengan bisnis travel atau agen perjalanan, sehingga guest house Anda dapat menjadi pilihan akomodasi utama bagi para wisatawan yang mereka layani.
Agen perjalanan umumnya memiliki basis pelanggan yang luas dan loyal, sehingga kerjasama ini dapat membantu meningkatkan tingkat hunian secara konsisten.
Anda bisa menawarkan harga khusus atau paket eksklusif sebagai bentuk insentif bagi mitra travel Anda, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan.
Baca juga: Maksimalkan Keuntungan Bisnis Pariwisata dengan Payment Gateway
Demikian kiat merintis usaha guest house yang bisa dilakukan secara bertahap dan terarah. Mulai dari memahami apa itu guest house, menentukan pasar, memilih lokasi, sampai mengelola operasional, semuanya perlu disiapkan dengan teliti agar bisnis terus berkembang
Buat bisnis guest house Anda tampil lebih modern dengan sistem pembayaran yang serba praktis dan anti ribet dengan Paylabs. Beragam metode pembayarannya pun lengkap, mulai dari QRIS, virtual account, e-wallet, hingga kartu kredit.
Gunakan Paylabs sekarang juga agar setiap transaksi tercatat rapi supaya urusan operasional bisnis menjadi jauh lebih mudah!