7 Kiat Memulai Bisnis Travel dan Peluangnya di Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dari Januari hingga Desember 2025 mencapai 105, 98 juta perjalanan Perjalanan tersebut dilakukan untuk berbagai kebutuhan seperti liburan, dinas kerja, hingga kunjungan keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat ini menciptakan permintaan yang konsisten terhadap layanan transportasi, akomodasi, dan paket perjalanan. Kondisi tersebut tentunya menjadi peluang besar bagi usaha travel, terutama bagi Anda yang ingin mulai terjun ke industri ini.
Untuk membangun bisnis travel yang menguntungkan dan terencana, simak dan pelajari jenis bisnis beserta peluangnya dan ikuti kiat-kiatnya sukses berbisnis di bidang travel melalui artikel berikut ini.
Jenis-jenis bisnis travel dan peluangnya

Sebelum memulai bisnis travel, penting untuk memahami bahwa industri ini memiliki beberapa model usaha yang berbeda. Masing-masing model memiliki peluang yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis Anda.
Berikut jenis bisnis travel beserta penjelasan lengkapnya.
1. Travel agent (agen perjalanan)
Travel agent adalah bisnis yang menjual tiket pesawat, hotel, atau paket wisata milik perusahaan lain tanpa harus mengatur perjalanan tersebut secara langsung. Tugas utamanya adalah membantu pelanggan melakukan pemesanan dan memastikan proses pembayaran serta konfirmasi berjalan lancar.
Karena kebutuhan tiket dan reservasi hampir ada setiap harinya, model ini cocok bagi pebisnis pemula yang ingin membangun bisnis travel dengan risiko lebih rendah.
Contohnya:
- Agen penjualan tiket pesawat domestik dan internasional
- Agen reservasi hotel
- Agen penjualan tiket kereta atau kapal
- Reseller paket wisata dari tour operator besar
2. Tour operator
Tour operator adalah bisnis travel yang menyusun dan mengelola paket perjalanan sendiri dari awal sampai selesai. Mereka merancang itinerary, menentukan harga, dan mengatur jalannya trip.
Jenis bisnis ini cocok menyasar keluarga, pekerja kantoran, dan wisatawan yang ingin liburan praktis dengan jadwal dan fasilitas yang sudah jelas, terutama untuk destinasi populer dan perjalanan luar negeri yang perencanaannya lebih rumit.
Contohnya:
- Paket wisata 3 hari 2 malam ke Bali
- Paket tour luar negeri ke Jepang atau Korea
- Paket family trip dengan itinerary custom
- Paket study tour sekolah
3. Open trip organizer
Open trip organizer menjalankan perjalanan dengan sistem penggabungan peserta dalam satu grup sehingga individu dapat mendaftar tanpa harus membawa rombongan sendiri.
Model ini banyak diminati karena harga lebih terjangkau dan jadwal sudah ditentukan oleh penyelenggara. Tren solo traveling dan liburan singkat membuat jenis usaha ini cukup berkembang, terutama di kalangan anak muda dan pekerja.
Contohnya:
- Open trip Labuan Bajo dengan kuota 15 peserta
- Open trip Gunung Bromo akhir pekan
- Open trip island hopping di Kepulauan Seribu
- Open trip backpacker ke Thailand
4. Corporate travel / MICE
Corporate travel fokus melayani kebutuhan perjalanan perusahaan seperti outing karyawan, meeting luar kota, atau incentive trip. Biasanya nilai transaksinya lebih besar dibanding paket wisata biasa karena dipesan dalam jumlah peserta yang banyak.
Jika pelayanan dan administrasi dikelola dengan baik, kerja sama dengan perusahaan bisa berlangsung rutin setiap tahun dan menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi bisnis.
Contohnya:
- Company outing ke Yogyakarta
- Meeting dan gathering perusahaan di Bandung
- Incentive trip untuk karyawan berprestasi
- Event MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition)
5. Travel umrah dan wisata religi
Bisnis ini berfokus pada perjalanan ibadah dan wisata religi yang memiliki permintaan relatif stabil sepanjang tahun. Kebutuhan perjalanan spiritual biasanya direncanakan jauh hari dan sering kali melibatkan keluarga atau komunitas.
Dengan basis pasar yang kuat di Indonesia, jenis usaha ini memiliki potensi transaksi bernilai besar, meskipun membutuhkan kepatuhan terhadap regulasi dan perizinan yang lebih ketat.
Contohnya:
- Paket umrah reguler
- Paket umrah plus Turki
- Wisata religi Wali Songo
- Paket ziarah religi luar negeri
6. Specialized travel (niche travel)
Specialized travel adalah bisnis travel yang fokus pada segmen atau minat tertentu seperti luxury travel, adventure trip, atau educational tour. Model ini menargetkan pasar yang lebih spesifik dengan kebutuhan dan preferensi yang jelas.
Persaingannya pun tidak sebanyak paket wisata pada umumnya, jadi jenis usaha ini memungkinkan brand positioning yang lebih kuat dan harga yang disesuaikan dengan nilai pengalaman yang ditawarkan.
Contohnya:
- Luxury travel untuk kalangan artis
- Adventure trip seperti rafting atau hiking
- Educational trip untuk mahasiswa
- Photography trip dengan mentor profesional
7. Online travel platform
Model ini berbasis digital dan mengandalkan sistem pemesanan online melalui website atau aplikasi. Fokusnya adalah kemudahan transaksi, kecepatan konfirmasi, dan integrasi dengan berbagai vendor. Karena semakin banyak orang terbiasa melakukan booking secara online, jenis usaha ini bisa berkembang pesat meski membutuhkan sistem online yang bagus dan promosi digital yang menarik.
Contohnya:
- Website booking hotel dan tiket pesawat
- Platform marketplace paket wisata
- Aplikasi travel
- Sistem booking travel berbasis web
7 kiat sukses memulai bisnis travel

Memulai bisnis travel tidak cukup hanya dengan membuat paket dan langsung menjualnya. Dibutuhkan perencanaan yang matang agar usaha dapat berjalan stabil dan menghasilkan keuntungan yang besar.
Berikut tujuh kiat yang bisa menjadi panduan awal untuk membangun bisnis travel agar terencana dengan baik.
1. Tentukan target market yang jelas
Salah satu kesalahan paling umum dalam bisnis travel adalah mencoba menjual ke semua orang. Padahal setiap segmen memiliki kebutuhan, daya beli, dan ekspektasi layanan yang berbeda.
Saat target market sudah jelas, bisnis akan mudah mengatur strategi harga, fasilitas, hingga gaya komunikasi bisa disesuaikan secara lebih tepat. Promosi pun menjadi lebih terarah sehingga anggaran marketing tidak terbuang sia-sia.
2. Tentukan harga paket dengan perhitungan yang matang
Langkah pertama dalam menentukan harga paket adalah menghitung seluruh biaya secara detail. Biaya ini mencakup hotel, transportasi, makan, tiket masuk, guide, dokumentasi, hingga biaya operasional kecil yang sering tidak disadari. Semua angka harus dikumpulkan terlebih dahulu agar diketahui total biaya riil satu perjalanan.
Setelah total biaya ditemukan, barulah dihitung BEP (Break Even Point), yaitu titik di mana pendapatan sama dengan total biaya.
Misalnya, total biaya satu trip Rp40 juta dan target minimal 20 peserta, maka harga dasar per orang adalah Rp2 juta sebelum keuntungan ditambahkan. Dari angka dasar tersebut, tambahkan margin yang sehat di kisaran 15% hingga 30% agar bisnis tetap aman dari risiko kenaikan biaya atau pembatalan mendadak.
3. Buat SOP yang jelas
SOP atau Standard Operating Procedure adalah panduan kerja tertulis yang mengatur seluruh alur operasional bisnis travel dari awal hingga perjalanan selesai. Di dalamnya mencakup proses penanganan inquiry, pengiriman penawaran, pencatatan data peserta, konfirmasi pembayaran hingga evaluasi setelah trip selesai.
SOP juga harus mengatur pembagian tugas pegawai agar setiap tim memahami tanggung jawabnya dengan jelas. Selain itu, tiap posisi dalam tim harus memiliki deskripsi kerja yang spesifik dan terukur di antaranya seperti admin, marketing, dan operasional
4. Pantau KPI
KPI atau Key Performance Indicator adalah indikator untuk mengukur apakah bisnis travel berjalan dengan baik atau tidak.
Dalam usaha travel, KPI bisa berupa jumlah peserta rata-rata per trip, keuntungan bersih per perjalanan, serta persentase pelanggan yang kembali menggunakan layanan. Misalnya jika lebih dari 30% pelanggan kembali membeli paket, itu menunjukkan pelayanan dan pengalaman yang diberikan sudah memuaskan.
Memantau KPI membantu pemilik usaha mengambil keputusan berdasarkan data, jadi tak hanya didasarkan dari perkiraan subyektif. Contohnya, jika data menunjukkan bahwa margin menurun, berarti ada biaya yang perlu dikontrol atau harga paket yang perlu disesuaikan
5. Promosikan bisnis secara online
Pertama, manfaatkan TikTok untuk membangun awareness karena platform ini sangat direkomendasikan untuk menjangkau audiens baru. Buat konten video singkat yang menampilkan suasana perjalanan, detail itinerary, hingga estimasi biaya agar penonton langsung mendapat gambaran jelas. Selain itu, upload secara konsisten agar algoritma lebih mudah mendorong konten Anda masuk FYP.
Selanjutnya, gunakan Instagram untuk menunjukkan bahwa bisnis travel Anda profesional dan terpercaya. Susun feed yang rapi berisi foto destinasi, carousel rincian paket, serta testimoni pelanggan agar calon pembeli merasa lebih yakin.
Kemudian arahkan mereka ke website resmi yang berfungsi sebagai pusat informasi lengkap dan dioptimasi dengan SEO supaya bisnis travel lebih mudah ditemukan di Google.
6. Gunakan sistem pembayaran yang berkualitas
Sistem pembayaran sering kali menjadi penentu jadi atau tidaknya transaksi. Banyak orang yang sebenarnya sudah tertarik dengan paket wisata yang ditawarkan, namun menjadi ragu hingga batal memesan karena proses pembayaran terasa rumit atau opsinya terbatas. Jadi, semakin praktis dan beragam metode pembayaran yang tersedia, semakin cepat mereka mengambil keputusan.
Menggunakan payment gateway seperti Paylabs membantu menerima berbagai metode pembayaran seperti transfer bank, virtual account, kartu kredit, hingga QRIS. Setiap transaksinya pun tercatat otomatis sehingga proses pengecekan pembayaran DP dan pelunasan menjadi lebih mudah dan akurat.
7. Tetapkan kebijakan refund yang jelas
Pembatalan dalam bisnis travel adalah hal yang wajar. Tingkat pembatalan atau cancellation rate bisa mencapai 5% hingga 10% tergantung jenis paket yang dipilih. Karena itu aturan mengenai pembatalan dan pengembalian dana harus dibuat sejak awal sebelum transaksi dilakukan.
Dengan aturan yang jelas, bisnis tidak perlu menanggung biaya pembatalan dari hotel atau vendor yang sudah dibayar lebih dulu. Peserta juga merasa lebih tenang karena sejak awal sudah mengetahui skema pengembalian dana jika melakukan cancel.
Itukah gambaran awal yang perlu dipahami sebelum memulai bisnis travel. Ikuti kiat yang sudah dijelaskan dan terapkan secara konsisten agar usaha travel Anda berkeuntungan besar dan terus berkembang. Bagaimana, semakin tertarik untuk mulai mencoba membangun bisnis travel sendiri?