OTC dalam Bisnis: Pengertian dan Strategi Manfaatkan Peluangnya

17 Maret 2026 | Produk & Fitur
OTC dalam Bisnis: Pengertian dan Strategi Manfaatkan Peluangnya

OTC memberikan ruang negosiasi yang lebih luas karena harga dan ketentuan transaksi ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama. Kondisi ini membuat OTC menjadi salah satu pilihan dalam berbagai transaksi bisnis.

Maka dari itu, pemahaman mengenai OTC penting bagi pelaku usaha karena sistem ini berkaitan dengan proses negosiasi, penentuan harga, hingga pengelolaan pembayaran dalam kerja sama bisnis. 

Sebenarnya apa itu OTC dan bagaimana contoh penerapannya dalam dunia bisnis? Simak penjelasan lengkapnya melalui ulasan berikut ini.

Apa itu OTC? 

Praktik over the counter (OTC) dapat ditemukan di berbagai industri, baik sektor keuangan maupun nonkeuangan. 

Kepanjangan OTC adalah over the counter, yang secara harfiah berarti “di atas meja”. Dalam konteks bisnis dan keuangan, over the counter adalah sistem transaksi yang dilakukan langsung antara penjual dan pembeli tanpa melalui bursa terpusat seperti Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada pasar over the counter, transaksi bersifat lebih fleksibel karena harga, jumlah, dan syarat perdagangan dapat dinegosiasikan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Berbeda dengan pasar bursa yang memiliki regulasi ketat dan standar kontrak tertentu, sistem over the counter memungkinkan penyesuaian sesuai kebutuhan masing-masing pihak.

Baca juga: Forecasting: Pengertian dan Metode yang Sering Digunakan dalam Bisnis

Sistem OTC banyak digunakan dalam perdagangan saham perusahaan kecil yang belum tercatat di bursa, transaksi valuta asing (forex), hingga perdagangan derivatif seperti swap dan forward.

Bahkan dalam dunia bisnis nonkeuangan, konsep over the counter juga sering diterapkan pada transaksi langsung antara supplier dan pembeli tanpa melalui marketplace atau platform resmi.

Contoh transaksi OTC

Berikut ketiga contoh transaksi OTC dan mekanismenya.

1. Perdagangan saham di industri startup 

Industri startup teknologi seperti fintech (layanan pembayaran digital), edutech (platform pendidikan), dan healthtech (layanan kesehatan digital) sering memanfaatkan skema OTC.

Banyak perusahaan-perusahaan baru yang belum tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga sahamnya belum dapat diperjualbelikan di pasar modal terbuka.

Ketika membutuhkan pendanaan, perusahaan dapat menawarkan saham secara langsung kepada investor tertentu seperti venture capital atau angel investor.

Baca juga: Apa Itu Invoice? Inilah Fungsi, Contoh, dan Cara Pembuatannya

Proses penawarannya dilakukan dengan adanya perjanjian privat. Kemudian, harga saham ditentukan berdasarkan hasil negosiasi dan valuasi perusahaan.

Jadi, tidak melalui mekanisme permintaan dan penawaran di bursa. Transaksi inilah yang disebut sebagai OTC karena berlangsung di luar sistem perdagangan resmi.

2. Transaksi valuta asing di industri ekspor-impor

Industri ekspor-impor juga sangat bergantung pada mekanisme OTC, khususnya dalam transaksi valuta asing.

Perusahaan yang mengekspor komoditas seperti tekstil, batu bara, atau crude palm oil (CPO) umumnya menerima pembayaran dalam mata uang asing, misalnya dolar AS.

Untuk memenuhi kebutuhan operasional di dalam negeri, perusahaan tentu tidak bisa langsung menggunakan dolar AS tersebut. Dana yang diterima perlu ditukarkan terlebih dahulu ke rupiah agar dapat digunakan untuk membayar gaji karyawan, biaya produksi, hingga distribusi.

Proses penukaran ini dilakukan secara langsung dengan bank atau institusi keuangan melalui jaringan pasar valuta asing global tanpa melalui bursa terpusat sehingga mekanisme tersebut termasuk dalam transaksi OTC.

3. Kontrak langsung di industri manufaktur dan konstruksi

Industri manufaktur dan konstruksi juga banyak menerapkan transaksi OTC dalam bentuk kontrak langsung. Perusahaan konstruksi yang mengerjakan proyek besar biasanya membutuhkan bahan baku seperti baja, semen, atau alat berat dalam jumlah besar.

Pengadaan dalam skala tersebut umumnya dilakukan melalui negosiasi langsung dengan produsen atau distributor. Harga, volume pembelian, jadwal pengiriman, serta sistem pembayaran disepakati bersama melalui kontrak kerja sama, bukan melalui marketplace atau platform perdagangan umum.

Baca juga: Peluang Usaha Tour and Travel Umrah di Bulan Ramadan

Kelebihan OTC

Dalam praktik bisnis, mekanisme OTC memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya banyak digunakan, terutama untuk transaksi bernilai besar atau yang membutuhkan kesepakatan khusus. 

Berikut beberapa kelebihan OTC yang perlu dipahami.

1. Fleksibel dan bisa diatur sesuai kondisi bisnis

OTC lebih fleksibel karena isi kesepakatan bisa hanya diatur oleh kedua pihak tanpa mengikuti aturan standar seperti di bursa.

Misalnya, perusahaan bisa menentukan harga, jumlah pembelian, dan sistem pembayaran sesuai kemampuan keuangan atau arus kas (uang masuk dan keluar perusahaan). 

2. Harga bisa disepakati di awal perjanjian

Dalam transaksi biasa di pasar terbuka, harga bisa berubah-ubah dengan cepat mengikuti kondisi pasar, yang sering disebut fluktuasi harga (naik turun harga dalam waktu singkat).

Baca juga: Inklusi Keuangan: Pentingnya Akses Keuangan untuk Semua

Melalui OTC, harga biasanya dinegosiasikan dan disepakati lebih dulu sebelum transaksi dilakukan. Hal ini membantu perusahaan menghindari kenaikan harga mendadak dan membuat perencanaan biaya menjadi lebih pasti.

3. Informasi bisnis lebih terjaga

Transaksi tidak diumumkan secara terbuka seperti di bursa atau marketplace sehingga detail kerja sama tidak diketahui banyak pihak. Ini penting bagi perusahaan yang ingin menjaga strategi bisnis, seperti rencana ekspansi atau kontrak pasokan besar, agar tidak mudah diketahui perusahaan kompetitor. 

Demikian penjelasan mengenai OTC, penting dipahami bahwa konsep ini banyak digunakan di berbagai industri karena menawarkan fleksibilitas, harga yang lebih terkendali, serta kerahasiaan yang lebih terjaga dibandingkan sistem pasar terbuka.

Setelah mengetahui informasi tentang OTC, bisnis  perlu menentukan strategi transaksi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan.

Ingin menghadirkan sistem pembayaran yang lebih praktis dan profesional untuk bisnis Anda? Pilih Paylabs dan kelola berbagai metode pembayaran untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda.

Baca juga: Paylabs, Payment Gateway Indonesia dengan Customer Service 24 Jam

Paylabs menyediakan solusi pembayaran digital yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi bisnis.

Metode pembayaran yang tersedia di antaranya QRIS, transfer bank, ewallet, card payment, EDC, cardless credit, paylater, serta OTC.

Melalui metode OTC yang disediakan oleh Paylabs, pelanggan dapat melakukan pembayaran secara langsung melalui gerai ritel, seperti Alfamart, Indomaret, maupun PT Pos Indonesia.

Gunakan Paylabs untuk memberikan pengalaman pembayaran yang nyaman dan mudah bagi pelanggan sekarang juga!

Bagikan
Link sudah dicopy