Mengenal MDR QRIS, Pengertian dan Besarannya Untuk Merchant

16 Desember 2025 | Produk & Fitur
Mengenal MDR QRIS, Pengertian dan Besarannya Untuk Merchant

Setiap kali menerima pembayaran dari pelanggan menggunakan QR code, sebenarnya ada proses menarik yang terjadi di baliknya. Uang memang masuk ke rekening bisnis, tetapi tidak seluruhnya.

Potongan tersebut merupakan sedikit biaya layanan yang secara otomatis dipotong dari nilai transaksi. Nah, inilah yang disebut MDR QRIS atau Merchant Discount Rate.

Bagi pelaku usaha, mulai dari warung kopi kecil hingga toko daring, memahami MDR QRIS sangat penting. Dengan mengetahui cara kerja dan besaran biayanya, Anda bisa menghitung potongan QRIS dengan tepat, mengatur strategi harga, serta memilih payment gateway termurah agar margin keuntungan tetap aman.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap tentang apa itu MDR QRIS, berapa besarannya untuk berbagai jenis merchant, dan bagaimana cara mengoptimalkan sistem pembayaran QRIS agar tetap efisien bagi bisnismu.

Mengenal pengertian tentang MDR QRIS

Dikutip dari situs web Bank Indonesia, MDR QRIS merupakan singkatan dari merchant discount rate quick response code Indonesian standard.

Secara sederhana, MDR QRIS adalah biaya jasa yang dikenakan kepada merchant atau pemilik usaha setiap kali menerima transaksi pembayaran menggunakan QRIS.

Sebagai informasi, biaya ini dibayarkan kepada penyelenggara jasa pembayaran (PJP), seperti bank, fintech, atau payment gateway yang berperan menyalurkan dana dari pembeli ke rekening merchant.

Dengan kata lain, setiap kali pelanggan membayar melalui aplikasi, seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, atau mobile banking menggunakan QRIS, transaksi itu diproses lewat jaringan sistem pembayaran nasional yang dikelola lembaga keuangan.

Karena sistem ini membutuhkan infrastruktur, keamanan, dan pemeliharaan server, sebagian kecil biaya operasionalnya dibebankan kepada merchant dalam bentuk potongan QRIS.

Nilainya pun kecil, biasanya di bawah satu persen dari total transaksi, dan sudah diatur oleh Bank Indonesia (BI) agar tetap transparan serta tidak memberatkan pelaku usaha.

Lebih dari sekadar biaya, MDR QRIS juga merupakan mekanisme pemerataan sistem pembayaran digital. Dengan adanya QRIS, merchant cukup menyediakan satu kode QR yang bisa menerima pembayaran dari semua aplikasi, tanpa perlu menyiapkan banyak QR berbeda dari berbagai bank atau dompet digital.

Kenapa pelaku usaha dikenakan potongan QRIS?

Transaksi digital melibatkan banyak pihak, seperti pelanggan, merchant, penyedia layanan, dan regulator. Ketika pelanggan melakukan pembayaran lewat QRIS, ada proses verifikasi, keamanan data, dan transfer dana antar bank yang berjalan di balik sistem.

Semua proses itu tentu membutuhkan biaya operasional. Karena itu, sebagian kecil dari biaya tersebut dialokasikan sebagai MDR QRIS atau potongan QRIS. Bagi merchant, ini merupakan bentuk kontribusi kecil agar ekosistem pembayaran digital tetap berjalan lancar, aman, dan efisien.

Pihak yang Terlibat dalam MDR QRIS

  1. Merchant
    Merchant adalah Anda sebagai pelaku usaha yang menyediakan barang atau jasa serta menerima pembayaran melalui QRIS. Saat pelanggan membayar, dana yang Anda terima sudah otomatis dikurangi MDR QRIS.

    Potongan ini bukan tambahan biaya yang dibebankan kepada pembeli, melainkan dikurangi langsung dari hasil penjualanmu.

    Sebagai merchant, sebaiknya Anda mencatat jumlah potongan tersebut secara terpisah di laporan keuangan. Langkah ini penting agar Anda bisa mengetahui pendapatan bersih dari setiap transaksi QRIS dan menjaga transparansi dalam pembukuan usaha.
  2. Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) atau Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP)
    PJP atau PJSP adalah lembaga yang menyediakan infrastruktur sistem pembayaran digital, mulai dari antarmuka aplikasi, keamanan data, hingga kepatuhan terhadap regulasi BI.

    Mereka bisa berupa bank, fintech, atau perusahaan penyedia layanan QRIS yang bekerja sama dengan merchant. PJP inilah yang menetapkan dan mengelola tarif MDR QRIS, serta memastikan transaksi berlangsung dengan aman, cepat, dan sesuai aturan.
  3. Pihak Pemroses Transaksi (Acquiring & Switching/Processor)
    Pihak pemroses transaksi disebut juga sebagai acquiring & switching serta processor. Kehadiran mereka ini bertanggung jawab atas sistem teknis di balik setiap transaksi. Mereka menghubungkan berbagai elemen seperti dompet digital pelanggan, bank, sistem QRIS, dan akun merchant.

    Prosesnya mencakup validasi pembayaran, otorisasi data, serta penyaluran dana (settlement) ke rekening merchant. Tanpa mereka, transaksi nontunai tidak akan bisa diselesaikan dalam hitungan detik seperti sekarang. Keberadaan processor memastikan keamanan dan keakuratan transaksi digital bagi semua pihak yang terlibat.

Besaran MDR QRIS menurut kategori usaha

BI telah menetapkan struktur tarif MDR QRIS berdasarkan jenis dan kategori merchant. Besaran ini bertujuan menjaga keadilan antar pelaku usaha sekaligus mendorong adopsi pembayaran digital yang efisien. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Merchant Reguler

  • Usaha Mikro (UMI)
    • Untuk nominal transaksi ≤ Rp500.000, dikenakan tarif 0%. Artinya, transaksi di bawah atau sama dengan lima ratus ribu rupiah bebas potongan QRIS.
    • Untuk nominal transaksi > Rp500.000, berlaku tarif 0,3% dari nilai transaksi.
  • Usaha Kecil (UKE), Usaha Menengah (UME), dan Usaha Besar (UBE)
    • Dikenakan tarif 0,7% dari setiap nilai transaksi.

2. Merchant Khusus

  • Sektor Pendidikan: 0,6%
  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU): 0,4%
  • Badan Layanan Umum (BLU), Public Service Obligation (PSO), Government to People (G2P), seperti penyaluran bantuan sosial, serta People to Government (P2G) seperti pembayaran pajak, paspor, dan donasi sosial (nirlaba): 0%

Dengan struktur tersebut, Bank Indonesia berupaya menyeimbangkan kepentingan antara pelaku usaha dan penyedia jasa pembayaran.

UMKM tetap terlindungi dengan tarif rendah, sementara kategori besar dan sektor komersial tetap berkontribusi secara proporsional terhadap biaya operasional sistem pembayaran nasional.

Adapun contoh perhitungannya adalah bayangkan Anda menjalankan kedai minuman dengan harga Rp25.000 per gelas dan 100 transaksi QRIS per hari.

  • Total transaksi harian: Rp25.000 × 100 = Rp2.500.000
  • Jika kedaimu masuk kategori reguler UKE/UME/UBE, tarif 0,7% berarti potongan qris = Rp17.500
  • Dana bersih yang Anda terima: Rp2.482.500

Dalam satu bulan atau 30 hari, total potongan menjadi sekitar Rp525.000. Angka ini kecil per transaksi, tetapi signifikan secara akumulasi.

Dengan memahami MDR qris, Anda dapat menata harga atau program bundling agar margin tetap sehat.

Contoh lainnya, Anda pelaku usaha mikro. Untuk transaksi Rp300.000, tarif 0% berarti tidak ada potongan.

Namun untuk transaksi Rp600.000 pada kategori mikro, tarif 0,3% dikenakan pada nominal tersebut sehingga potongan hanya Rp1.800. Transparansi seperti ini memudahkan Anda menilai dampak biaya pada berbagai skenario nilai transaksi.

Strategi praktis menekan dampak MDR

  1. Susun harga dengan memasukkan biaya transaksi
    Perhitungkan biaya per transaksi saat menetapkan harga atau nilai minimum belanja. Tujuannya menjaga margin agregat, bukan memindahkan beban ke pelanggan satu per satu.
  2. Dorong satu pembayaran untuk beberapa item
    Arahkan pelanggan menggabungkan pembelian dalam satu transaksi. Beban biaya tersebar sehingga persentasenya terhadap omzet menjadi lebih kecil.
  3. Evaluasi rutin dan sesuaikan segera
    Tinjau laporan keuangan serta performa setiap bulan. Jika ada perubahan skema atau promo, lakukan penyesuaian secara cepat agar tidak terjadi “kebocoran” biaya berkepanjangan.
  4. Manfaatkan layanan integrasi keuangan
    Pilih payment gateway termurah yang sekaligus mendukung analitik penjualan, integrasi POS, dan rekonsiliasi otomatis. Fitur seperti dashboard real-time, ekspor laporan, API/webhook, serta settlement D+0/D+1 akan memangkas kerja admin dan mempermudah kontrol arus kas.

    Meskipun tarifnya mungkin sama, tetapi efisiensi waktu dan akurasi data membuat biaya operasional turun dan keputusan bisnis lebih cepat diambil.

Menerima pembayaran dengan QRIS itu sederhana, tetapi memahami MDR qris, alur pihak yang terlibat, serta struktur tarifnya membuat Anda bisa mengambil keputusan yang lebih presisi. Intinya:

  • MDR qris adalah biaya jasa kecil yang dipotong dari sisi merchant saat transaksi selesai.
  • Besarannya mengikuti ketentuan Bank Indonesia dari 0 persen untuk beberapa kategori hingga tarif khusus per sektor.
  • Dampaknya pada margin bisa ditekan dengan strategi operasional yang rapi, menata harga, memperbesar nilai keranjang, memilih mitra yang andal, evaluasi rutin, dan menggunakan fitur yang menghemat waktu.
  • Memilih payment gateway bukan sekadar mengejar tarif rendah, melainkan mencari paket nilai terbaik, transparansi biaya, settlement cepat, integrasi yang mulus, serta dukungan teknis yang sigap.

Jika Anda butuh partner yang membantu dari sisi efisiensi sekaligus kemudahan, Paylabs bisa jadi opsi yang layak dipertimbangkan.

Sebagai informasi, Paylabs mendukung pembayaran QRIS dengan merchant dashboard yang jelas, integrasi POS dan API yang rapi, laporan yang mudah diekspor, serta proses settlement yang membantu arus kas tetap lancar. Biaya yang kompetitif dibarengi dukungan lokal membuat implementasi harian jadi lebih ringan.

Bagikan
Link sudah dicopy