Trendsetter Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menjadi Trendsetter

18 Mei 2026 | Tren
Trendsetter Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menjadi Trendsetter

Trendsetter sering menjadi pihak di balik munculnya tren yang ramai diikuti banyak orang. Tren bisa muncul dari mana saja dan menyebar dalam waktu singkat lewat media sosial, konten kreator, ataupun strategi marketing dari brand

Hal ini menunjukkan bahwa siapa pun punya peluang untuk menciptakan arah baru, selama mampu membaca market dan menghadirkan sesuatu yang terasa unik dan fresh

Nah, untuk memahami lebih dalam apa itu trendsetter dan bagaimana perannya bagi creator maupun brand, simak penjelasannya melalui artikel berikut.

Baca juga: Waspada Scam di Bisnis Anda, Kenali Modusnya Sebelum Rugi!

Apa itu trendsetter?

Trendsetter berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu trend yang berarti tren atau kecenderungan, dan setter yang berarti pembuat atau penentu.

Jika digabungkan, trendsetter artinya seseorang atau pihak yang menetapkan tren. Jadi, trendsetter adalah pihak yang memulai sesuatu sebelum hal tersebut menjadi populer.

Arti trendsetter merujuk pada individu, kreator, atau brand yang menghadirkan ide baru dan perlahan menjadi acuan yang diikuti banyak orang. Dalam konteks creator, hal ini bisa terlihat dari gaya konten, cara storytelling, atau tone komunikasi. 

Sementara itu, dalam konteks brand, trendsetter hadir melalui strategi marketing, pengalaman pelanggan, hingga cara produk dikemas dan dipasarkan.

Menariknya, apa arti trendsetter tidak selalu identik dengan sesuatu yang langsung viral di awal karena banyak tren justru dimulai dari hal sederhana yang dilakukan secara terus-menerus. 

Contohnya terlihat dari gaya komunikasi unik Aldi Taher yang spontan dan berbeda dari figur publik lain, yang awalnya terasa absurd lalu banyak yang meniru dirinya. Begitu juga dengan brand yang punya gaya komunikasi khas dan terus digunakan sehingga akhirnya melekat di benak konsumen.

Berikut ciri-ciri trendsetter.

1. Unik dan tidak monoton

Trendsetter biasanya melihat sesuatu dari angle yang jarang terpikirkan oleh orang lain. Misalnya saat banyak kreator membuat konten yang itu-itu saja, mereka justru terpikirkan tentang cara penyampaian yang lebih unik atau lebih relate dengan kehidupan sehari-hari. 

2. Konsisten dengan karakter yang dibawakan

Salah satu tanda paling terlihat dari trendsetter itu ialah gampang dikenali dari gaya atau ciri khasnya. Bahkan sekali lihat saja, orang langsung mengetahui kontennya siapa atau campaign-nya dari brand tertentu.

Contohnya AQUA yang selalu identik dengan message air putih dari gunung salak yang dijamin sehat atau Aldi Taher yang gayanya spontan dan nyeleneh.

3. Berani tampil beda sebelum tren ramai diikuti

Trendsetter biasanya berani mencoba ide baru walaupun belum tentu langsung ramai atau diterima. Memang di awal, kontennya bisa saja sepi atau bahkan terasa aneh bagi sebagian orang karena belum familiar.

Lama-kelamaan, orang mulai terbiasa melihatnya, merasa cocok, lalu ikut meniru sampai akhirnya jadi tren.

4. Peka terhadap perilaku audiens

Trendsetter cukup jeli melihat perubahan kecil dari audiens, misalnya sekarang orang lebih suka konten to the point, dan jokes receh.

Mereka menyesuaikan cara membuat kontennya atau strategi supaya konten yang dibuat tetap nyambung dengan kebiasaan audiens. Jadi apa yang mereka buat terasa pas dengan kondisi yang sedang terjadi atau relatable.

5. Mampu memengaruhi orang lain

Penting diingat, hal yang membuat seseorang bisa disebut trendsetter itu ketika apa yang mereka lakukan mulai diikuti banyak orang. Bisa dari gaya konten, cara berbicara, sampai cara jualan.

Jika sudah banyak yang memakai pola yang sama, itu tanda pengaruh atau influence sudah berhasil.

Baca juga: Pentingnya Inklusi Keuangan & Akses Keuangan untuk Semua

Cara menjadi trendsetter

1. Ciptakan ciri khas yang memorable

Jika ingin menjadi trendsetter, hal pertama yang perlu dibangun itu ciri khas. Ingat hal yang  penting diketahui trendsetter adalah alasan audiens bisa mengingat mereka dalam jangka panjang. 

Ciri khas atau gaya ini bisa dari cara komunikasi di caption, pilihan kata, atau cara membawakan konten. 

Contohnya, Kopi Tuku dikenal dengan pendekatannya yang personal dengan pelanggannya lewat sapaan “tetangga” sehingga terasa akrab.

Adapun kreator seperti Bigmo yang punya ciri khas lewat penggunaan kata “izin” yang terus diulang dalam live streamingnya, jadi mudah diingat dan terasa unik. 

2. Fokus pada experience yang dirasakan audiens

Jika Anda seorang kreator, coba pikirkan apakah konten yang dibuat terasa mudah dipahami, menyenangkan, dan punya hook yang menarik.

Selain itu, dari sisi brand, hal-hal seperti cara promosi produk yang menarik, dan konsep iklan yang kreatif bisa membuat orang tertarik mencoba.

Contohnya, kreator Willie Salim yang dikenal karena suka membuat konten “bagi-bagi” kepada orang lain dengan memberikan sejumlah uang tunai atau bantuan lainnya.

Adapun brand Donat Pinkan Mambo sempat ramai karena tampil beda dan langsung menarik perhatian karena harga donatnya yang pricey.

3. Berani mencoba format baru sebelum ramai dipakai

Banyak tren lahir dari orang yang mau mencoba duluan saat yang lain masih bermain aman. Kreator yang menjadi trendsetter biasanya tidak puas dengan format yang itu-itu saja.

Mereka berani mengubah cara bercerita, menggabungkan humor dengan edukasi, atau membuat sudut pembahasan yang belum banyak dipakai. 

Sama halnya dengan brand. Mereka berani keluar dari pola promosi yang terlalu umum lalu mencari cara yang lebih segar untuk menarik perhatian audiens.

Dari keberanian ini, sesuatu yang awalnya terlihat asing bisa berubah jadi sesuatu yang sering ditiru.

Cara mulainya tidak harus dari hal besar. Kreator bisa mulai dari mengubah gaya opening video, cara menulis caption, atau cara membangun interaksi di komentar.

Brand bisa mulai dari format campaign yang lebih ringan, cara membalas audiens yang lebih manusia, atau bentuk kolaborasi yang terasa lebih dekat dengan keseharian target pasar. 

Banyak brand F&B sekarang lebih cepat naik karena berani membuat konten yang terasa hidup, bukan hanya promosi biasa.

Di sisi lain, kreator yang berani mencoba pola baru biasanya lebih cepat dikenali karena audiens merasa ada hal fresh yang belum sering mereka lihat.

4. Percepat eksekusi, jangan terlalu lama mikir

Banyak ide bagus tidak pernah jadi tren karena terlalu lama dipikirkan. Ingatlah kreator yang berhasil biasanya langsung mengeksekusi ide saat masih fresh, tanpa menunggu semuanya harus sempurna.

Brand juga perlu bergerak cepat saat punya ide. Misalnya, saat ada konsep konten atau campaign yang terasa cocok, langsung dibuat versi simpelnya lalu dieksekusi.

Dari sini juga, brand bisa melihat apakah orang tertarik atau stagnan sekali pun bisa menjadi bahan evaluasi di konten berikutnya supaya lebih pas.

Kecepatan eksekusi ide pun harus didukung dengan kemudahan akses bagi pelanggan, termasuk cara bayar yang praktis. Tujuannya jelas, biar ketertarikan audiens bisa langsung berubah jadi penjualan.

Salah satunya, menggunakan payment gateway, seperti Paylabs yang jadi solusi transaksi yang  cepat dan aman sehingga momentum tren yang lagi naik tak hilang gara-gara urusan pembayaran yang ribet. 

5. Buat orang merasa ingin ikut terlibat

Trendsetter berhasil karena audiens ikut ambil bagian dalam konten yang dibuat. Kreator biasanya membuat konten yang memancing respons, seperti ajakan komentar, challenge sederhana, atau format yang bisa diikuti.

Saat audiens mulai ikut berpartisipasi, konten akan lebih cepat naik karena banyak orang yang ikut share, komen, bahkan membuat tren serupa. 

Contohnya seperti kreator Iben yang dulu sering membuat challenge video di Tiktok “kalau lo bisa…, gw kasih 100 ribu” sehingga banyak orang ikut mencoba dan menyebarkan kontennya. 

Demikian penjelasan mengenai apa arti trendsetter, ciri-ciri, hingga cara menjadi trendsetter yang relevan untuk kreator maupun brand.

Dari pembahasan ini dapat dipahami bahwa baik kreator maupun brand perlu memahami hal yang membuat audiens tertarik, lalu mengeksekusinya dengan konsisten agar berhasil.

Keberhasilan sebuah brand dalam menciptakan tren harus didukung oleh eksekusi yang sempurna, terutama di sisi pembayaran. Dengan Paylabs, proses transaksi pelanggan dijamin lebih cepat, aman, dan memuaskan. 

Paylabs menghadirkan beragam metode pembayaran di tiap transaksi, seperti transfer bank, virtual account, kartu kredit, hingga QRIS.

Yuk, gunakan Paylabs sekarang dan saatnya buat brand Anda jadi pilihan utama audiens berkat sistem pembayaran yang nyaman dan praktis!

Bagikan
Link sudah dicopy