Apa Itu Scam? Pelajari Ciri dan Cara Menghindarinya

12 Januari 2026 | Tips & Edukasi
Apa Itu Scam? Pelajari Ciri dan Cara Menghindarinya

Kasus scam terus meningkat seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih. Banyak pengguna internet yang menjadi korban hingga mengalami kerugian karena mengikuti instruksi yang terlihat meyakinkan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Situasi ini muncul melalui berbagai bentuk scam, seperti pesan WhatsApp, iklan media sosial, hingga telepon yang mengaku dari lembaga resmi.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat hingga pertengahan 2025 terdapat 1,2 juta laporan penipuan melalui platform digital. Modusnya beragam, mulai dari penipuan loker, phishing, hingga scam dengan teknologi AI yang mampu meniru suara dan wajah seseorang. 

Berbagai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengguna digital membutuhkan pemahaman lebih dalam terkait pola dan ciri kejahatan siber modern. Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari definisi, jenis, serta langkah pencegahannya agar aktivitas digital tetap aman. 

Baca juga: Bisnis Modal Kecil Naik Kelas lewat Digitalisasi UMKM

Apa itu scam?

Scam adalah tindakan penipuan yang dilakukan untuk memperoleh uang, data pribadi, atau akses ke akun digital seseorang. Sementara itu, scammer adalah pelaku yang menjalankan aksi penipuan tersebut melalui pesan, situs palsu, atau rekayasa manipulatif lainnya.

Secara hukum, tindakan scam termasuk perbuatan melawan hukum yang diatur dalam UU ITE dan KUHP Pasal 378 tentang penipuan. Regulasi ini menjelaskan bahwa tindakan pemalsuan identitas, rekayasa informasi, dan pengambilan data secara ilegal dapat dikenakan sanksi pidana. Ketentuan tersebut menjadi dasar perlindungan agar setiap warga negara memiliki hak atas keamanan data serta transaksi digital.

Baca juga: Cara Bayar Pakai QRIS BCA untuk Transaksi Praktis dan Aman

Jenis scam beserta cirinya

Setiap modus scam memiliki cara kerja yang berbeda sehingga penting untuk memahami bagaimana pelaku memanfaatkan celah digital maupun psikologis dalam menipu korban. Berikut adalah berbagai jenis scam yang banyak terjadi di Indonesia dan patut diwaspadai. 

1. Phishing 

Phishing termasuk salah satu bentuk penipuan digital yang paling umum saat membahas apa itu scam. Modus ini dilakukan oleh pelaku dengan cara membuat situs palsu untuk mencuri data sensitif, seperti kata sandi atau informasi perbankan. Cara ini berjalan efektif karena tampilan situs tiruan sering menyerupai situs resmi sehingga pengguna tidak curiga. 

Dilansir Mobitekno.com, banyak kasus phishing dilaporkan sepanjang 2024 karena pengguna memasukkan data pribadi tanpa memeriksa alamat situs. Laporan internasional mencatat lebih dari 893 juta upaya phishing sehingga menunjukkan bahwa ancaman ini berkembang cepat dan perlu diwaspadai.

2. Scam berbasis AI 

Teknologi AI membuat praktik penipuan digital jauh lebih kompleks. Dalam konteks modern, scam adalah aktivitas penipuan yang memanfaatkan rekayasa teknologi, termasuk deepfake dan voice cloning. Pelaku bisa meniru wajah atau suara seseorang lalu meminta uang, akses akun, atau instruksi tertentu. 

Kasus penipuan berbasis AI meningkat tajam sejak akhir 2023 hingga 2025. Laporan menyebut lebih dari 70.000 kasus terjadi akibat rekaman suara atau video palsu yang dianggap asli oleh korban. 

3. Penipuan lowongan kerja palsu

Modus lowongan kerja palsu menjadi salah satu contoh paling jelas untuk memahami apa itu scam dalam dunia rekrutmen. Pelaku menawarkan pekerjaan bergaji tinggi tanpa proses seleksi yang wajar lalu meminta biaya administrasi atau data pribadi calon korban. Banyak orang tertipu karena format pengumumannya terlihat profesional.

Tren penipuan lowongan kerja tercatat meningkat di berbagai kota besar selama setahun terakhir. Berdasarkan laporan yang masuk, banyak korban baru menyadari bahwa lowongan tersebut palsu setelah diminta membayar biaya tertentu. Situasi ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu lebih kritis sebelum mengirim dokumen pribadi kepada pihak yang tidak jelas 

4. Penipuan investasi dan keuangan bodong

Dalam skema investasi ilegal, pelaku menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko. Pola ini berjalan mulus karena korban tergiur oleh iming-iming return yang tidak wajar. Cara kerja scam ini biasanya melalui promosi yang dikemas profesional sehingga terlihat meyakinkan. Penjelasan ini memperlihatkan bahwa scam artinya bisa melibatkan penawaran finansial yang tampak logis.

Laporan lembaga pengawasan keuangan menyebut kerugian akibat investasi ilegal mencapai angka yang cukup besar sepanjang 2024–2025. Skema ini bertahan karena banyak orang tidak memeriksa legalitas perusahaan atau izin usahanya. Fakta tersebut membuat edukasi terkait investasi legal menjadi semakin penting.

5. Belanja online 

Scam dalam belanja online sering terjadi melalui toko atau iklan palsu yang menawarkan harga tidak masuk akal. Modus ini relevan ketika menjelaskan apa itu scam, karena pelaku memanfaatkan keinginan konsumen untuk mendapatkan harga miring. Toko palsu biasanya hilang setelah menerima pembayaran dari korban. 

Berbagai kanal pengaduan mencatat peningkatan laporan terkait toko palsu di media sosial dan marketplace. Banyak korban tertipu setelah membayar produk yang tidak pernah dikirim oleh penjual. Contoh ini menunjukkan bahwa pengecekan reputasi toko penting dilakukan sebelum transaksi.

6. Romance scam 

Romance scam terjadi ketika pelaku membangun kedekatan emosional dengan korban melalui media sosial atau aplikasi kencan. Setelah hubungan terasa dekat, pelaku mulai meminta uang atau bantuan tertentu. Pola interaksi ini membuat banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan scammer adalah seseorang yang memanipulasi perasaan korban.

Laporan media menunjukkan banyak korban romance scam mengalami kerugian finansial dan tekanan emosional. Beberapa kasus bahkan berkembang selama berbulan-bulan sebelum korban sadar bahwa hubungan tersebut tidak nyata. Modus ini menjadi salah satu penipuan yang paling sering muncul dalam kejahatan online.

7. Permintaan OTP

Modus ini dilakukan dengan cara pelaku berpura-pura sebagai layanan resmi untuk meminta OTP atau data pribadi. Mereka menciptakan situasi mendesak agar korban mau memberikan kode tersebut. Banyak masyarakat belum memahami bahwa pihak resmi tidak pernah meminta OTP dalam kondisi apa pun. 

Banyak kasus pencurian saldo rekening pribadi terjadi setelah korban memberikan OTP kepada pelaku yang mengaku dari pihak bank atau layanan digital. Laporan kepolisian mencatat bahwa modus ini masih sering terjadi pada pengguna layanan keuangan online.

8. Scam mengatasnamakan kurir pengiriman

Penipuan ini memanfaatkan aktivitas belanja online yang semakin tinggi. Pelaku mengirim pesan bahwa paket tidak dapat dikirim lalu meminta korban membuka tautan tertentu. Tautan tersebut berisi malware yang mencuri data korban. Situasi yang mendesak membuat banyak orang membuka tautan tanpa memeriksa detailnya lebih dulu.

Beberapa korban melapor kehilangan data dan akses akun setelah mengunduh file yang dikirim oleh pelaku. Lembaga pemerintah mencatat peningkatan laporan terkait modus ini selama periode kampanye belanja online.

9. Undian atau hadiah palsu

Penipuan undian palsu muncul melalui pesan yang mengabarkan pemenang hadiah besar seperti uang tunai atau perangkat elektronik. Pelaku meminta biaya administrasi sebagai syarat pengiriman hadiah. Modus ini menunjukkan bahwa scam artinya bisa berupa penipuan dengan format yang terlihat resmi.

Media nasional mencatat banyak korban yang langsung membayar biaya administrasi tanpa mengecek keaslian program hadiah tersebut. Banyak laporan menunjukkan bahwa pesan dikirim secara massal oleh jaringan pelaku agar lebih banyak korban masuk perangkap sang scammer.

10. Scam tagihan atau pajak fiktif

Modus ini membuat korban percaya bahwa mereka memiliki tagihan atau denda tertentu. Pelaku memanfaatkan rasa takut agar korban membayar tanpa verifikasi. Ini termasuk jenis scam yang cukup sering terjadi karena format pesan dibuat seperti pemberitahuan resmi lembaga negara.

Banyak laporan pengaduan masyarakat menyebut bahwa korban langsung membayar setelah menerima pesan tersebut tanpa memastikan keaslian informasi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya verifikasi ke institusi resmi sebelum melakukan pembayaran apapun.

Baca juga: Ide Jualan Online dan Usaha Sampingan di Rumah yang Menguntungkan

Cara agar terhindar dari scam

Setelah memahami apa itu scam serta bagaimana berbagai jenis modus bekerja, Anda dapat melindungi diri dengan menerapkan langkah pencegahan yang jelas dan praktis. Setiap cara berikut disusun berdasarkan pola kasus yang sering muncul sehingga Anda bisa lebih waspada dalam menghadapi aktivitas mencurigakan.

1. Selalu verifikasi identitas pengirim

Periksa identitas pengirim sebelum merespons pesan, email, atau panggilan. Banyak kasus scam terjadi karena korban lupa mengecek alamat email, nomor, atau akun yang menghubungi.

Langkah sederhana bisa yang bisa dilakukan, seperti mengecek username, mengevaluasi gaya bahasa, dan mencocokkan informasi dengan sumber resmi dapat mengurangi risiko. Cara ini membantu mengenali sejak awal bahwa pesan tersebut berasal dari pihak yang tidak terpercaya.

2. Gunakan platform resmi untuk bertransaksi

Transaksi melalui platform resmi membuat proses lebih aman dan transparan. Sistem pembayaran yang legal biasanya memiliki sistem proteksi yang kuat untuk mengurangi risiko penipuan.

Sebaiknya hindari pembayaran langsung yang tidak dapat dilacak. Cara ini mengurangi peluang scammer memanfaatkan celah untuk melakukan penipuan.

3. Hindari berbagi data pribadi

Scammer sering mengincar data pribadi seperti OTP, PIN, atau nomor identitas. Informasi ini sangat sensitif karena bisa digunakan untuk mengakses akun Anda.

Jaga seluruh data pribadi dan hanya memberikannya pada lembaga yang benar-benar tepercaya. Upaya ini membantu mencegah terjebak dalam pola penipuan yang memanfaatkan teknik social engineering.

4. Periksa kredibilitas tawaran atau iklan

Scam adalah ancaman yang sering muncul melalui iklan atau penawaran yang terlihat meyakinkan. Cek ulasan, legalitas usaha, dan rekam jejak agar lebih yakin.

Kasus penipuan sering memanfaatkan harga murah untuk menarik perhatian korban. Kewaspadaan semacam ini membuat Anda lebih siap menghadapi penipuan yang berkedok promo.

5. Gunakan fitur keamanan berlapis

Aktifkan twofactor authentication untuk setiap akun penting. Langkah ini memberikan perlindungan tambahan saat ada akses mencurigakan.

Dengan sistem keamanan berlapis, akun pun tidak mudah ditembus meski scammer mengetahui sejumlah informasi pribadi milik Anda. 

6. Selalu cek sumber informasi

Banyak kasus terjadi karena korban langsung percaya pada pesan yang terlihat mendesak. Scammer adalah pihak yang sering menggunakan kalimat bernada panik agar korban tidak sempat memeriksa kebenarannya.

Biasakan memeriksa kembali informasi ke situs resmi, layanan pelanggan, atau kanal komunikasi yang terverifikasi. Cara ini memastikan Anda tidak mengambil keputusan yang berisiko.

7. Laporkan penipuan ke pihak  berwenang

Laporan dari pengguna membantu pihak berwenang menghentikan rantai penipuan. Anda bisa melapor melalui platform seperti situs Kominfo, bank terkait, atau layanan aduan resmi lainnya.

Tindakan ini memberi perlindungan tambahan bagi masyarakat agar tidak jatuh pada modus serupa. Edukasi semacam ini juga membuat diskusi tentang apa itu scam semakin dikenal oleh publik.

Memahami apa itu scam dan cara pencegahannya membantu Anda lebih aman dalam aktivitas digital sehari-hari. Maka dari itu, setiap transaksi perlu didukung sistem pembayaran yang tepercaya.

Tingkatkan keamanan transaksi bisnis Anda dengan sistem pembayaran digital yang terpantau secara menyeluruh melalui Paylabs. Setiap transaksi berlangsung melalui mekanisme verifikasi yang jelas sehingga risiko penyalahgunaan dapat diminimalkan. 

Paylabs menyediakan metode pembayaran lengkap, seperti QRIS, virtual account, dan e-wallet dalam satu platform terpadu. Seluruh pembayaran tercatat otomatis dan diawasi real-time sehingga bisnis Anda memiliki perlindungan yang konsisten. Dengan dukungan layanan pelanggan 24 jam, Paylabs membantu Anda memberikan pengalaman transaksi yang lebih aman dan profesional bagi bisnis Anda!

Bagikan
Link sudah dicopy