Paylater untuk Bisnis: Peluang & Risiko yang Perlu Diperhitungkan

13 Maret 2026 | Produk & Fitur
Paylater untuk Bisnis: Peluang & Risiko yang Perlu Diperhitungkan

Saat ini, paylater sudah menjadi salah satu metode pembayaran yang sering dipilih saat berbelanja. Banyak orang merasa lebih nyaman membeli barang ketika tidak harus membayar full di awal. Terlebih untuk produk dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Kebiasaan ini pelan-pelan mengubah cara orang mengambil keputusan saat checkout. Jika tidak ada opsi pembayaran yang fleksibel.

Sebagian calon pembeli bisa langsung membatalkan transaksi meskipun mereka sudah tertarik dengan produknya.

Inilah mengapa metode pembayaran paylater  menjadi bagian penting dari strategi penjualan di tiap bisnis.

Sebelum memutuskan untuk menyediakan paylater pada bisnis, penting untuk memahami terlebih dahulu bagaimana sistem paylater bekerja dan apa dampaknya terhadap bisnis ke depannya.

Untuk memahami informasi mengenai apa itu paylater lebih mendalam, simak penjelasannya melalui artikel berikut ini.

Apa itu paylater?

Paylater berasal dari kata “pay” yang berarti membayar dan “later” yang berarti nanti, jadi paylater artinya membayar di kemudian hari setelah transaksi dilakukan.

Dalam konteks keuangan digital, paylater adalah metode pembayaran yang memungkinkan konsumen membeli produk sekarang dan melunasinya di waktu tertentu, baik sekaligus maupun melalui cicilan. 

Layanan ini biasanya disediakan oleh perusahaan fintech yang memberikan limit kredit kepada pelanggan.

Ketika pelanggan melakukan pinjaman paylater, sebenarnya yang membayar ke merchant terlebih dahulu adalah perusahaan penyedia paylater, bukan pelanggan tersebut.

Jadi, uang hasil penjualan tetap diterima oleh merchant, walaupun pelanggan membayarnya dengan cara mencicil.

Setelah itu, pelanggan akan membayar cicilan langsung ke perusahaan penyedia paylater sehingga merchant tidak perlu mengurus penagihan atau takut jika pelanggan telat membayar.

Mengapa paylater penting bagi bisnis?

Salah satu alasan paylater penting bagi bisnis, yaitu opsi pembayaran ini bisa meningkatkan conversion rate.

Conversion rate adalah jumlah orang yang benar-benar jadi membeli produk dibandingkan yang hanya melihat-lihat produk saja. Ketika tersedia paylater, orang yang awalnya ragu karena dana belum cukup bisa langsung checkout.

Selain itu, paylater juga membantu meningkatkan average order value (AOV) atau nilai belanja rata-rata pelanggan.

Dengan adanya cicilan, pelanggan biasanya lebih berani membeli produk yang lebih mahal atau menambahkan barang lainnya ke keranjang karena tidak perlu membayar penuh di awal. Tanpa harus memberikan diskon besar-besaran, nilai transaksi bisa naik dan omzet pun ikut bertambah.

Cara kerja paylater

Layanan paylater disediakan oleh berbagai platform besar yang sudah sering digunakan banyak orang. Beberapa contohnya adalah Shopee PayLater, Kredivo, Akulaku, hingga fitur paylater yang tersedia di aplikasi ecommerce atau layanan digital lainnya. 

Meski setiap platform memiliki perbedaan, pada dasarnya sistem paylater bekerja dengan alur yang mirip. Memahami cara kerja ini juga membantu bisnis melihat secara praktis apa itu paylater dalam proses transaksi. 

Inilah cara kerja paylater yang perlu dipahami sebelum Anda menyediakannya sebagai metode pembayaran pada bisnis Anda.

1. Pelanggan memilih opsi pembayaran

Prosesnya dimulai seperti transaksi pada umumnya, yaitu pelanggan memilih produk yang ingin dibeli lalu masuk ke halaman checkout untuk melakukan pembayaran.

Di halaman tersebut, biasanya tersedia beberapa pilihan metode pembayaran seperti transfer bank, ewallet, kartu, dan paylater.

Ketika pelanggan memilih paylater, sistem akan otomatis menghubungkan transaksi tersebut ke perusahaan penyedia paylater untuk meminta persetujuan sebelum pembelian diproses lebih lanjut.

2. Penyedia paylater mengecek data dan limit pelanggan

Di tahap ini, perusahaan akan melihat apakah pelanggan masih memiliki sisa limit dan apakah nilainya cukup untuk membayar produk yang dibeli. Jika limit mencukupi dan tidak ada masalah pada akun pelanggan, transaksi akan langsung disetujui dan dinyatakan berhasil.

3. Perusahaan penyedia paylater membayar terlebih dahulu

Setelah transaksi disetujui, perusahaan penyedia paylater akan membayarkan nilai transaksi tersebut sesuai kerja sama yang sudah disepakati.

Misalnya harga produk Rp1.000.000, maka dana akan diproses untuk dicairkan, biasanya dana ini adalah dana yang telah dipotong biaya layanan. Artinya, uang tetap diterima tanpa harus menunggu pelanggan menyelesaikan cicilan.

4. Pesanan langsung diproses 

Begitu ada notifikasi bahwa pembayaran berhasil, pesanan bisa langsung diproses dan dikirim. Dari sisi operasional, alurnya sama seperti pembayaran menggunakan kartu atau ewallet. Jadi, transaksi paylater tetap diproses seperti metode pembayaran lainnya.

5. Pelanggan mencicil ke perusahaan penyedia paylater

Setelah itu, pelanggan akan membayar cicilan langsung ke perusahaan penyedia paylater sesuai tenor yang dipilih. Jika pelanggan terlambat atau gagal bayar, maka yang akan melakukan penagihan adalah perusahaan paylater tersebut.

Karena cicilan termasuk dalam skema pinjaman paylater, urusan kredit sepenuhnya ditangani oleh pihak penyedia, bukan oleh penjual.

Baca juga: Apa Itu EDC? Fungsi, Jenis Mesin, dan Cara Penggunaannya

Keuntungan penggunaan paylater bagi bisnis

Jika diterapkan dengan strategi yang tepat, paylater bisa membantu meningkatkan jumlah transaksi dan memperbesar nilai penjualan. Berikut beberapa keuntungan yang perlu dipahami sebelum Anda menyediakan metode pembayaran ini di bisnis Anda.

1. Lebih banyak pembeli

Banyak orang yang sebenarnya ingin membeli produk, tetapi memilih menundanya karena uangnya belum cukup saat itu. Ketika tersedia paylater, mereka tetap bisa checkout tanpa harus khawatir soal pembayarannya.

Alhasil, banyak transaksi yang terjadi, maka semakin stabil pula penjualan setiap bulannya tanpa harus terus mengandalkan diskon besar.

2. Pelanggan membeli jumlah produk lebih banyak

Saat pelanggan bisa mencicil, mereka biasanya lebih berani membeli produk dengan harga lebih tinggi atau menambahkan barang lain ke keranjang.

Misalnya, dari awalnya ingin membeli produk Rp500.000, pelanggan bisa memilih produk Rp800.000 karena merasa pembayarannya lebih ringan. Hal ini membuat nilai transaksi rata-rata meningkat dan omzet bisnis ikut bertambah.

3. Menjangkau lebih banyak calon pembeli

Tidak semua orang memiliki kartu kredit atau uang saat ingin membeli suatu produk, apalagi jika harganya cukup mahal. Namun, banyak orang saat ini sudah memiliki akses paylater di aplikasi belanja yang mereka gunakan sehari-hari.

Dengan menyediakan paylater, orang yang tadinya hanya melihat-lihat karena keterbatasan dana bisa tetap melakukan pembelian sehingga peluang mendapatkan pelanggan baru menjadi lebih besar.

4. Uang penjualan tetap masuk tanpa harus menunggu cicilan lunas

Banyak orang mengira kalau pelanggan membayar dengan cara mencicil, maka uang penjualan juga akan diterima secara bertahap, padahal tidak seperti itu.

Dalam sistem paylater, perusahaan penyedia layanan yang akan membayar lebih dulu sesuai nilai transaksi yang sudah disepakati sehingga dana tetap diproses meskipun pelanggan baru mulai mencicil.

Artinya, uang hasil penjualan tetap bisa digunakan untuk membeli stok, membayar operasional, dan menjalankan usaha tanpa harus menunggu cicilan pelanggan selesai.

5. Tidak perlu mengurus cicilan pelanggan

Jika pelanggan terlambat membayar cicilan, pihak yang menagih adalah perusahaan penyedia paylater, bukan merchant.

Karena cicilan termasuk dalam skema pinjaman paylater yang dikelola penyedia layanan, sehingga risiko kredit macet tidak menjadi tanggung jawab penjual.

Dengan begitu, merchant bisa fokus pada penjualan dan pengembangan usaha tanpa terbebani urusan penagihan.

Risiko paylater bagi bisnis

Selain memahami apa itu paylater dan manfaatnya bagi bisnis, penting juga mengetahui beberapa risiko yang mungkin muncul ketika menggunakan metode pembayaran ini. Berikut beberapa risiko bagi bisnis yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakannya.

1. Biaya layanan yang tinggi 

Paylater biasanya memiliki biaya layanan yang lebih tinggi dibandingkan metode seperti transfer bank atau metode lainnya.

Artinya, setiap transaksi yang menggunakan paylater akan dikenakan potongan tertentu sebelum dana diterima. Karena itu, penting untuk menghitung kembali margin keuntungan agar setelah dipotong biaya layanan tersebut.

2. Merchant harus mengikuti kebijakan penyedia layanan

Saat menggunakan paylater, merchant bekerja sama dengan perusahaan penyedia layanan, sehingga ada aturan dan kebijakan yang perlu diikuti.

Misalnya, penyedia bisa mengubah besaran biaya layanan, program promo cicilan, atau syarat dan ketentuan kerja sama sesuai kebijakan internal mereka.

Jadi, pastikan untuk membaca dan memahami perjanjian secara detail agar perubahan tersebut tidak berdampak tiba-tiba pada harga jual, margin keuntungan, atau strategi promosi yang sudah direncanakan.

3. Pelanggan tidak memperhatikan biaya tambahan dari paylater

Paylater sebenarnya termasuk dalam skema pinjaman, artinya pelanggan meminjam dana dari perusahaan paylater untuk membayar belanjaannya terlebih dahulu.

Di dalamnya biasanya ada aturan seperti bunga, lama cicilan, dan denda jika terlambat membayar. Jika di kemudian hari mereka merasa tagihannya lebih besar dari yang diperkirakan, kekecewaan bisa muncul dan sering kali dikaitkan dengan tempat mereka berbelanja.

Oleh karena itu, penting untuk membantu pelanggan memahami cara kerja paylater sejak awal agar tidak terjadi kesalahpahaman kepada merchant.

Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan paylater?

Paylater biasanya paling cocok digunakan oleh bisnis apabila produk yang dijual memiliki harga menengah hingga tinggi, misalnya di atas rata-rata belanja harian pelanggan.

Pada produk dengan harga seperti ini, banyak pelanggan yang sebenarnya tertarik tetapi menunda pembelian karena harus membayar penuh di awal.

Jika pola ini sering terjadi, menyediakan opsi cicilan bisa membantu mengubah minat menjadi transaksi nyata.

Selain melihat harga produk, penting juga memperhatikan data penjualan, terutama di tahap checkout. Jika banyak pelanggan sudah memasukkan produk ke keranjang tetapi batal saat pembayaran, kemungkinan besar ada hambatan pada metode pembayaran atau besarnya nominal yang harus dibayar langsung.

Dalam kondisi seperti ini, paylater bisa menjadi solusi karena memberikan pilihan pembayaran yang lebih ringan tanpa harus menurunkan harga produk.

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa paylater memberi kemudahan bagi pelanggan untuk membeli sekarang dan membayar nanti, sementara dana tetap diterima sesuai kerja sama yang berlaku.

Jika digunakan dengan strategi yang tepat, paylater bisa meningkatkan jumlah transaksi dan nilai penjualan jangka panjang bagi bisnis.

Paylabs siap membantu bisnis dalam menyediakan metode pembayaran paylater bagi pelanggan. Tersedia dua opsi paylater di Paylabs, yaitu Indodana dan Kredivo yang dapat digunakan pelanggan saat checkout tanpa proses yang rumit.

Hadirkan opsi paylater ini untuk memudahkan pelanggan dalam bertransaksi sekaligus meningkatkan penjualan bisnis Anda sekarang!

Bagikan
Link sudah dicopy